Tumpukan apa ayo…hehe jadi main tebak-tebakan. Belakangan ini ngerasa kalo kerjaan perasaan ga habis-habis, lama-lama makin menumpuk. Kalau udah seperti itu, bawaannya suka panik dan bingun sendiri. Mana yang harus diselesaikan dulu. Kalau udah dalam keadaan seperti itu, jadi inget sepotong adegan sebuah komik (heh? Apa, Mel? Komik, Mel?).
Judul komiknya Fruits Basket. Adegan itu mengambarkan si tokoh utama yang kebingungan apa yang harus dia lakukan dulu karena melihat teman-temannya yang lain sudah tahu apa yang akan dan ingin mereka lakukan. Ada yang memberitahunya, kondisinya yang lagi bingung itu seperti sedang berdiri dikelilingi tumpukan pakaian yang harus dicuci dan bingung harus mulai darimana supaya semuanya bisa dicuci. Sebenarnya terserah dimulai dari mana. Kalau satu-satu mulai dikerjakan, tidak patah semangat, tentu akan berkurang tumpukannya.
Ya, kalau dalam kasusku, ga mungkin bisa langsung ‘terserah dimulai dari mana’. Prioritas kerjaan juga harus dipikirkan, tapi kadang-kadang juga ngelihat mana yang paling gampang dulu untuk dikerjakan…walaupun kadang-kadang suka terjebak dalam kondisi memilih mana yang paling gampang..(please deh mela..)
Ditambah lagi kalau harus multitasking. Kalau harus multitasking, kadang-kadang suka bingung mana yang harus dikerjakan duluan, sampe-sampe jadi kebawa panik. Kalau udah panik, pasti keliatan deh (gimana mau gak keliatan, celingak-celinguk gak jelas nyari bantuan..hehe). padahal udah nyoba stay cool-calm-confident..saint…eh..jadi iklan..Kalau (perasaan dari tadi diawali dengan “kalau” terus yah..) udah kayak gitu, biasanya diam sebentar..tarik napas panjaaaaaang…tentu saja ga lupa untuk melepaskannya ^_^ gunanya? menenangkan pikiran bentar, trus mulai lagi deh…
masih dikelilingi tumpukan? hmm..mulai dikurangin ini..hehe