Archive for August, 2006

training

Jum’at kemaren (11 Agustus 2006) adalah hari terakhir training mcdst setelah mengikutinya sejak hari senin 7 agustus 2006.

Secara keseluruhan, trainingnya menyenangkan, ya ini juga tidak terlepas dari peran rekans training (pak billy and pak didit, arigatou ne..) yang bisa membawa suasana so I can get through the course safely….
Trainernya waktu itu bapak Jeremy Albert. Salut sama beliau yang sudah begitu sabar dan perhatian terhadap murid-muridnya yang “aktif” .

Bagian yang paling disukai waktu training adalah pas ngerjain practice ataw exercise, soalnya bikin “back to earth” lagi (kalau ada serangan ngantuk mendadak ). Tapi di antara semuanya, yang favorite itu waktu jam 10.00 pagi, jam 12.00 siang dan jam 15.00 sore alias 1rst coffee break, lunch and 2nd coffee break

Dan sekarang tinggal ujiannya aja, hope can pass it with a good mark..insyaAllah. Fighto!!!

Comments (2) »

melaaa…ada virus!!!!!!!!

Kira-kira 45 menit setelah sampai rumah, kakakku manggil dan menyampaikan kalau flash disknya kena virus rontokbro nani??!!! Ternyata virusnya didapat dari komputer di kampusnya. Virusnya ke-detect oleh program anti virus di komputer di rumah, dan langsung dikarantina. Yang bikin kakakku panik adalah ada beberapa folder yang hilang, dan dia sudah ngecek file virus yang dikarantina itu sama dengan nama folder yang hilang. “Kok anti virus malah mengkarantina file aslinya?” kira-kira gitu deh yang membuat bingung kakakku, dan belakangan aku juga, dan vile virus itu ukurannya 23KB, jadi pasti itu bukan file aslinya. lalu file aslinya kemana?? dan kok bisa ilang?? kenapa ya..

Ok, langkah-langkah pencarian mulai diambil. Pertama ngecek nama virusnya. Namanya W32.Rontokbro@mm. Search di Google, bingung ngebacanya euy Kebanyakan yang dibahas itu virus W32.Rontokbro.x@mm yang “x” itu adalah nama variannya, misal E,B etc. Tapi kalo W32.Rontokbro@mm aja ga ketemu pembahasannya. hayah…apa akunya yang ngga ngeh sama pembahasannya ya. Trusnya nanya teman deh. Seorang teman (mas dwi, perlu disebut namanya? ) memberi tahu untuk ngecek ke Trend Micro. Pusing juga bacanya beneran ga ngerti. Mas Indra nyaranin coba pccillin, sayangnya ga ada softwarenya. gimana ya….

Trus nengok lagi ke file virusnya. Pas dilihat lagi dengan seksama, ternyata extensinya itu “.scr” alias screen saver. sebelumnya ga kelihatan, karena virus itu merubah namanya jadi [nama folder]                     .scr dikasih spasi yang banyak, jadi walaupun option hide extentions for known file types di un-check, tetap ga keliatan extensinya kalau kolom namenya ga di-drag lebih lebar ke kanan. iseng, aku coba hapus extensinya, ternyata muncul error. Kalo extensinya dihapus, dibilangnya sudah ada file dengan nama yang sama. Sooo…sepertinya file aslinya di-hide. Jadi semangat lagi deh. trus balik lagi ke Trend Micro. Browsing tentang rontokbro, ketemu ini, langsung diprint dan dipraktekan.

Setelah dicek (windows dalam safe mode ya), yang berubah (yang aku temukan, ngecek di solusi yang dikasih di sini ) adalah status hidden dari filenya. Setelah dibalikin jadi normal lagi, keliatan deh folder aslinya alhamdulillah . langsung deh delete permanent virusnya. tapi status filenya hidden, dan ga bisa diedit hidden statusnya..aargh nyari lagi di google, apa ada registri yang perlu di-edit…namun ternyata, bisa dengan ngetik attrib -s -r -h [nama folder] di command prompt, dan folder kembali jadi normal ….alhamdulillah. mudah-mudahan udah bersih…insyaAllah

Comments (3) »

Kesan Pertama yang Mengecewakan..zonk!!

Kemaren (selasa, 1 Agustus 2006) malam, ga perhatiin jam berapa, nonton acara kuis di sebuah stasiun televisi swasta yang hadiahnya mencapai 2 milyar. Nontonya tidak dari awal, hanya pas pertengahan aja, ketika ada peserta yang harus memilih antara uang atau kotak (kayaknya kotak, waktu itu nontonnya ga pake kacamata sih..). Si peserta memilih uang yang jumlahnya 10 juta rupiah. Lalu si pembawa acara menyuruh peserta untuk memilih tirai 1 atau tirai 2 (dibalik tirai itu ada surprise). Si peserta memilih nomor 2. Ditanya lagi sama pembawa acara, apakah peserta mau memilih uang tadi atau tirai nomor 2 yang sudah dipilihnya. Si peserta tampak ragu, namun tetap memilih uang. Kembali pembawa acara menanyakan apakah peserta mau memilih uang atau sesuatu yang ada di balik kantong jasnya. Peserta memilih uang. Setelah si peserta mantab dengan pilihannya, si pembawa acara memberi tahu apa saja yang tersembunyi di balik hal-hal yang dia tawarkan tadi. Di balik kotak, ada DVD player dan HP yang totalnya itu..kalo ga salah 9 juta (cmiiw). di balik tirai 1 itu zonk, alias kosong. dibalik tirai 2 mobil senilai 92 juta rupiah. dibalik kantong jasnya itu handuk kecil, alias zonk atau kosong.

pembawa acara sempat menyebutkan, kenapa peserta tidak mau memberanikan diri untuk lebih memilih kotak atau tirai nomor 2?? intinya, peserta harus berani mengambil resiko….yaah, mendengar pembawa acaranya ngomong gitu, bikin kening berkerut juga. mengambil resiko terhadap hal yang tidak pasti?

kalau si peserta memilih yang dibalik jas, atau yang ada dibalik tirai 1, bukankah peserta dirugikan, karena uang yang sudah dia pegang akan hangus. tapi yang terlihat peserta kurang beruntung. kalau peserta ga memilih tirai 2 atau kotak, yang terlihat itu peserta tidak berani, dan ada kesan kurang beruntung juga, padahal sudah ada uang di tangan. maunya itu apa ya?

jadi males nonton, dan ganti channel. itu pertama kalinya dan berniat menjadikan terakhir kalinya nonton kuis itu. walaupun sudah ada yang pernah memenangkan 2 milyar, dan pemenangnya adalah sekelompok guru (yang sempat menumbuhkan rasa tertarik untuk menontonnya, namun hingga kemaren belum ada kesempatan untuk nonton acara itu)..still, setelah tahu kayak gimana acaranya (walau belum nonton secara keseluruhan)…enggan nontonnya. don’t like that kind of quiz.

Comments (6) »

Life goes on…

Hari senin (31 Juli 2006) diawali dengan semangat yang cukup besar untuk melakukan aktifitas rutin, alias ngantor. Berangkat awal sudah diniatin, jam setengah 6. Sudah pukul 5.45 masih belum berangkat dari rumah. Alasannya : di luar masih gelap. Jam 6, masih juga belum berangkat. Alasannya : ada benda yang ga ketemu, jadi nyari dulu. Sudah jam 6 lewat 15 menit, benda yang dicari masih belum ketemu. Mulai panik. Keputusan di ambil: bendanya dicari nanti saja lalu pergi ke kantor. Ga lama setelah naik mikrolet, timbul niat untuk membaca buku. Ngubek-ngubek tas, sampe sempat ngeluarin isinya di kursi penumpang (untung saja penumpangnya baru 3 orang, termasuk mela), buku yang dicari ga ketemu..kayaknya ketinggalan. Kening berkerut, oke…2 hal yang diinginkan ga terjadi..life goes on.

Menaiki mikrolet M11 untuk ke slipi itu sudah harus siap dengan resikonya, terutama ketika melewati Syahdan, rawa belong dan palmerah. Apa itu? MACETTTTT (Jakarta gitu lho). Sudah jam 7.10 mikrolet masih terjebak di palmerah. Mau sampe di kantor jam berapa??? Sesal mulai muncul karena ga berangkat lebih awal, semangat mulai ngendor…but, life goes on.

Waktu udah jam 7.35 ketika sudah sampe slipi. Sekarang waktunya mencari bis ke pancoran. Karena biasa naik 46, jadilah menunggu bis “kesayangan” itu muncul. Semenit, 3 menit, 5 menit..koq gak muncul-muncul yah. Padahal bis itu termasuk banyak unitnya. Udah jam 7.45..Panic mode : ON..apa naik taksi atau masih bertahan nunggu 46 lewat yah. Kalau diperhatikan, P6 banyak banget yang lewat yak. Dan 5 menit lewat, 46 masih ga muncul juga. Pas ada P6 lewat dan kenek-nya teriak-teriak menyebut wilayah yang akan dilewati dan Pancoran termasuk di dalamnya, langsung aja naik. Daripada telat…and life continues.

Delapan kurang lima, tiba di pancoran. Masih ga ada tanda-tanda 46 (yang belakangan diketahui, pada mogok beroperasi). Dan alhamdulillah, jam 8.02 sudah sampe di kantor. Sedihnya tiba telat dari biasanya (biasanya 7.30 atau 7.15) karena ada kegiatan-kegiatan rutin yang ga bisa dilakukan..but still, life goes on.

Waktunya pulang. Agak gerimis…dan tidak bawa payung. Berbekal jaket dan keberanian (sempat takut kehujanan, apalagi sudah malam, jam 8 kurang) jalan pulang ditempuh. 46 masih ga kelihatan, alhamdulillah dapat P6 yang ke slipi. Di tengah-tengah perjalanan ke slipi, hujan jadi lebat……turun di slipi atau di slipi jaya? Slipi atau slipi jaya..slipi atau slipi jaya…slipi atau slipi jaya..dan kaki pun melangkah keluar dari bis ketika sudah sampai slipi..yang lagi-lagi disesali karena tidak ada tempat berteduh (dituruninnya ga di halte, tapi di pos polisi, yang pintu posnya dikunci dan atapnya tidak bisa dijadikan pelindung yang layak dari hujan). Jadilah basah..nyaris basah kuyup. Nunggu 5 menit di luar pos polisi dengan membelakangi jalan, kayaknya hujan ga ada tanda-tanda berhenti. Ada ojeg payung, berarti bisa diantarin ke m11. Waktu udah setngah 9, kalo naik M11…mau sampe jam berapa ya di rumah?…mau naik taksi?…tik-tok-tik-tok..kemudian memutari pos polisi untuk menghadap ke jalan raya lagi (yang berarti kena hujan lagi). Ada taksi lewat, kosong (alhamdulillah), langsung menyetopnya, masuk, bilang sama supir, “Meruya, Pak!” dan taksi meluncur ke rumah…life goes on.

Sampe di rumah, capek dan ngantuk menguasai diri. Setelah memaksakan diri untuk tidak langsung rebah ke tempat tidur: membersihkan diri, sholat, ngobrol bentar dengan keluarga, lalu yang sangat amat dinantikan: tidur! (ga makan, soalnya udah makan di kantor)…and life goes on.

Comments (5) »